Sebuah awal kehidupan yang pana ,menjadi kenyataan yang indah .
Penjual koran
Dikeremangan pagi buta menunjukkan pukul 04.45 ,keheningan pinggiran kota mulai terpecahkan dengan hiruk pikuk pedagang menyiapkan barang dagangannya untuk dijajakan dikota ,diujung perempatan gang tampak rumah geribik ukuran kecil disitu tinggalah arjun dan beberapa adik nya, anak muda perantauan dari desa yang terpencil yang terletak di perbatasan antara jawa barat dan jawa tengah mengadu nasib dikota berharap semua akan merubah jalan hidup nya ,ayah nya yang telah lama meniggal dan ibu yang mulai menua dan sering sakit-sakitan dan tadinya sebelum ia mengadu nasib dikota pekerjaan sebagai pencari sabut kelapa lah yang ia lakoni yang dijual kepada pengepul dengan uang 5 ribu perhari mampu membuatnya bertahan hidup sementara waktu dengan belenggu kemiskinan yang terus berlarut.biaya hidup nya terkadang hanya mengandalkan belas kasian bos pengepul disaat hasil kerjanya hanya mendapatkan sedikit dengan meminjam uang lebih dan digantikan dengan hasil berikutnya.melihat ibunya yang terus sakit-sakitan hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan alaskan tikar yang telah usang membuat nya merasa sanga sedih , tadinya arjun mempunyai niat untuk membawa ibunya ke dokter untuk mengobati penyakit nya namun karena keterbatasan dana ia mengurungkan niatnya .uang kerjanya hanya cukup untuk membeli beras dan beberapa bahan lain terkadang arjun menyisihkan sedikit uangnya .
Penjual koran
Dikeremangan pagi buta menunjukkan pukul 04.45 ,keheningan pinggiran kota mulai terpecahkan dengan hiruk pikuk pedagang menyiapkan barang dagangannya untuk dijajakan dikota ,diujung perempatan gang tampak rumah geribik ukuran kecil disitu tinggalah arjun dan beberapa adik nya, anak muda perantauan dari desa yang terpencil yang terletak di perbatasan antara jawa barat dan jawa tengah mengadu nasib dikota berharap semua akan merubah jalan hidup nya ,ayah nya yang telah lama meniggal dan ibu yang mulai menua dan sering sakit-sakitan dan tadinya sebelum ia mengadu nasib dikota pekerjaan sebagai pencari sabut kelapa lah yang ia lakoni yang dijual kepada pengepul dengan uang 5 ribu perhari mampu membuatnya bertahan hidup sementara waktu dengan belenggu kemiskinan yang terus berlarut.biaya hidup nya terkadang hanya mengandalkan belas kasian bos pengepul disaat hasil kerjanya hanya mendapatkan sedikit dengan meminjam uang lebih dan digantikan dengan hasil berikutnya.melihat ibunya yang terus sakit-sakitan hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan alaskan tikar yang telah usang membuat nya merasa sanga sedih , tadinya arjun mempunyai niat untuk membawa ibunya ke dokter untuk mengobati penyakit nya namun karena keterbatasan dana ia mengurungkan niatnya .uang kerjanya hanya cukup untuk membeli beras dan beberapa bahan lain terkadang arjun menyisihkan sedikit uangnya .
